Text Berjalan

Selasa, 17 April 2012

Multimeter 

Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan (ohm).

Multimeter dibagi menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. 
   
Multimeter analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital.
   
Multimeter digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan multimeter analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.

Fungsi Multimeter : a.Untuk mengukur arus 
                              b.Untuk mengukur tegangan
                              c.Untuk mengukur resistansi
 
Fungsi Panel :

1.Sekrup pengatur , kedudukan jarum penunjuk ( Zero Adjusment ) .


      Berfungsi untuk mengatur kedudukan dengan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.


2.Tombol pengatur . jarum penunjukpada kedudukan Zero ( Zero Ω Adjusment) 


      Berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi 0 (NOL).
3.Saklar Pemilih ( Range Selector Switch )
      Berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya.
4.Lubang kutub ( Common Terminal ) 
      Berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutu yang berwarna hitam.
5.Saklar Pemilih Polaritas ( Polarity selector switch )
      Berfungsi untuk memilih polaritas AC atau DC
6.Kotak Meter ( Meter Cover )
      Berfungsi sebagai tempat komponen-komponen Multimeter.
7.Jarum penunjuk meter ( Knife Edge Pointer )
       Berfungsi sebagai penunjuk besaran yang di ukur.
8.Skala ( Scale )
       Berfungsi sebagai skala pembacaan meter.

Berikut Penjelasan Dari saya semoga bermanfaat untuk anda yang membacanya . Tunggu Artikel saya yang selanjutnya . Tentang bagaimana cara mengukur nilai sebuah resistor .  Terima Kasih .











Ditulis Oleh : pambukoajiwahyu.blogspot.com ~ Tips dan Trik Blogspot

Wahyu Aji Pambuko Sobat sedang membaca artikel tentang . Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar